Jumat, 16 Oktober 2015

TRIK AGAR DIAMANAHKAN JADI KHATIB. Rajinlah sholat berjamaah ke Masjid

Dipercaya oleh ketua panitia pengurus masjid jadi khatib, meskipun cuma menggantikan khatib yang tidak hadir adalah sebuah kehormatan. Dan kebanggaan bagi-ku. 
Apalagi dikasih pula uang, padahal selesai sholat, saya sudah se-ngajakan pulang duluan agar jangan ada basa basi berupa salam tempel itu, begitu sampai lalu masuk rumah sengaja pintu ditutup rapat rapat, tapi tidak berapa lama kemudian pengurus masjid memanggil mangil minta pintu dibuka, lalu dia mengulurkan uang rp 50 ribu. 

Tidak usah pakai itu, kataku.
 "Harus, aku cuma mau salaman saja dengan abang..."kata bendahara masjid yang bernama Yeska Rianto, yang masih muda itu.
Yang kemudian salamnya itu pakai tempelan uang Rp 50 rb.
 "Terima kasih banyak ya..." kata-ku.
"iya, sama sama " katanya sambil berlalu.

Enak betul rasanya, sudahlah dikasih kepercayaan dikasih pula uang. Ini tentu karena aku rajin sholat berjamaah, dan baik baik hubungan dengan pengurus masjid yang kira kira 5oo M jaraknya dari rumahku itu.

Pengurus berpesan kalau bisa temanya tentang tahun baru Islam. Kebetulan hari jumat itu tanggal 3 Muharram 1437 H.

Pengurus juga berpesan waktunya 10 menit. Sebuah permintaan yang memudahkan bagi khatib. Tidak perlu repot repot untuk bicara lama lama.

Sorenya, aku duduk di warung kopi. Salah seorang pengunjung warung itu, Arman namanya, aku kepadanya panggil  "mamak" . 
Ia berkomentar "Pandai sekali nakan mencari tema khutbah tadi ... Gaya nakan dalam berkhutbah Mirip dengan gaya bapak Safi,i (alm), tenang, meskipun tidak bagus dalam vokal, tetapi mantap dibidang materi..."

Sudah pasti banyak sekali komentar komentar dari masarakat lainnya, terserahlah... Mereka mau bilang apa, mudah mudahan kalau komentar jelek jangan sampai terdengar di telinga-ku. Karena akan menyakitkan sekali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar