Camat sepertinya tak senang dikasih undangan
ANEKA GAYA.
Untuk mengenal aneka gaya manusia cobalah menjadi pengantar surat undangan.
seperti yang aku lakoni kamis 28 april 2016.
nampak nya dari sekian banyak jabatan manusia yang aku antar surat undangan, hanya camat yang tak senang menerima undangan (ini menurutku) muka nya masam sekali ketika menerima surat dariku. aku merasa malu dihadapan stafnya. berbagai tanda tanya dipikirannku, yang akhir aku beropini kalau ngasih undangan jangan langsung kecamatnya, ke stafnya aja, berjenjang naik bertangga turun.
Dang yang paling menyenangkan mengasih surat undangan adalah kepada kepala Penyuluh pertanian. karena berkecil hati atas pengalaman yang diberikan camat, gaya mengasih undangan ke kepala penyuluh pertanian ku ubah. begitu sampai kekantor itu, suara ucap salam sengaja ku keraskan, ku wibawa wibawakan agar orang yang ada dikantor agak takut, tapi tak ada yang menyahut, surat undangan itu ku letakkan saja di atas meja. belum sempat beranjak terlalu jauh, "Ada apa bang., " ada suara ibuk ibuk memangil. "Ngantar undangan itu di atas meja" jawabku agak kuat. "tolong buku tamu diisi dulu bang..." katanya. yang akhirnya, aku kembali kekantor itu, rasanya aku ingin berlama lama disitu. pekarangan kantor itu bersi dan tenang. itu lah 2 gaya manusia yang baru dapat aku tuliskan disini, hanya sekedar untuk mengurangi rasa kesal.
ANEKA GAYA.
Untuk mengenal aneka gaya manusia cobalah menjadi pengantar surat undangan.
seperti yang aku lakoni kamis 28 april 2016.
nampak nya dari sekian banyak jabatan manusia yang aku antar surat undangan, hanya camat yang tak senang menerima undangan (ini menurutku) muka nya masam sekali ketika menerima surat dariku. aku merasa malu dihadapan stafnya. berbagai tanda tanya dipikirannku, yang akhir aku beropini kalau ngasih undangan jangan langsung kecamatnya, ke stafnya aja, berjenjang naik bertangga turun.
Dang yang paling menyenangkan mengasih surat undangan adalah kepada kepala Penyuluh pertanian. karena berkecil hati atas pengalaman yang diberikan camat, gaya mengasih undangan ke kepala penyuluh pertanian ku ubah. begitu sampai kekantor itu, suara ucap salam sengaja ku keraskan, ku wibawa wibawakan agar orang yang ada dikantor agak takut, tapi tak ada yang menyahut, surat undangan itu ku letakkan saja di atas meja. belum sempat beranjak terlalu jauh, "Ada apa bang., " ada suara ibuk ibuk memangil. "Ngantar undangan itu di atas meja" jawabku agak kuat. "tolong buku tamu diisi dulu bang..." katanya. yang akhirnya, aku kembali kekantor itu, rasanya aku ingin berlama lama disitu. pekarangan kantor itu bersi dan tenang. itu lah 2 gaya manusia yang baru dapat aku tuliskan disini, hanya sekedar untuk mengurangi rasa kesal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar