SIANG itu, sekitar jam 3 siang, hari Senin 23 Februari 2015.
Seorang ibu tertatih tatih berjalan dibawah terikny mentari, nafasnya ngos-ngosan lalu menghampiriku,
dan bertanya "Apa benar ada orang kampung kita ditangkap polisi nak...
?" Tanya ibu itu padaku.
Wajahnya pucat dan pasi. Badannya kurus dan kering, tinggal
kulit membalut tulang. Jantungnya seakan mau copot.
Belum sempat saya menjawab. Ibu itu kembali
berkata"Saya sedang sakit, barusan saya berjalan kaki tertatih tatih dari
rumah anak saya itu, saya cemas sekali, mendengar ada orang kampung kita yang
ditangkap polisi, syukurlah ternyata
bukan anak saya yang ditangkap polisi itu." Ujar nya.
Begitulah gambaran kasih sayang seorang ibu. Begitu
mendengar desas desus ada orang kampung ditangkap, jantungnya seakan mau copot,
dia langsung men cek keberadaan anak
nya, padahal anak nya itu sudah punya anak pula. Itu berarti anak muda buah
hati sibiran tulangnya itu sudah tua pula.
Kecemasannya mungkin beralasan sekali, karena si anak mentang-mentang anak orang kaya, sejak kecil dulu nakal, ketika SMA juga
nakal , hondanya tatkala itu dimodif dan suka kebut-kebutan. Kebut kebutan juga
bisa mencopot jantung ibunya. Bisa mencelakai diri dan membunuh orang lain.
Setelah tamat SMA
tidak kuliah. Tapi langsung nikah, dinikahkan orang tuanya, karena malu
kepada masarakat, karena anaknya ini waktu pacaran sangat romantis sekali,
mungkin ibarat beli sepatu, sebelum dibeli sudah dicobanya lebih dahulu.
Kalau sepatu dicoba dulu, mentes cocok atau tidak cocok,
mungkin tidak apa apa. Tapi kalau anak gadis dicoba coba
sebelum dinikahi, anak gadis itu mau saja ? Tolol sekali.
Buat anak-anak gadis jangan mau ya... jadilah wanita mahal.
Ya, begitulah... kalau mumpung kedua orang tua masih hidup,
mari kita jaga jantung kedua orang tua itu, lebih-lebih ibu yang telah
melahirkan kita itu, agar tetap sehat dan bugar.
Dengan cara menjaga prilaku kita sehari-hari ditengah-tengah kehidupan ini. Demikian saja. Semoga
bermanfaat dan ada hikmahnya, amiin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar